Mana yang Lebih Baik Untuk Kesehatan antara Teh dengan Kopi ?

Mana yang Lebih Baik Untuk Kesehatan antara Teh dengan Kopi ?

July 31, 2019 Off By admin

Publiknote – Mana yang lebih baik untuk kesehatan antara teh dengan kopi ? Teh atau kopi menjadi minuman yang sangat familiar di dunia, termasuk di Indonesia. Namun belum banyak yang tahu manfaat keduanya untuk kesehatan. Yuk kita bandingkan kedua minuman tersebut daris egi kesehatan. Pilih mana hayoo…

Panggilan Bangun Tidur

Bagi banyak orang, kafein adalah alasan utama kita memilih minuman tersebut. Kafeinlah yang membuat bersemangat di pagi hari ketika kita masih merasa mengantuk di pagi hari.

Murni berdasarkan komposisi, kopi menang telak: secangkir teh memiliki sekitar setengah dosis (40 miligram) kafein stimulan jika dibandingkan dengan yang akan kamu temukan di secangkir kopi standar yang diseduh penyaring kopi (80-115 miligram).

Namun ini tidak selalu mencerminkan energi untuk bangun.

Dengan memberikan subjek baik teh atau kopi, satu studi (yang harus diakui kecil) menemukan bahwa kedua minuman itu memberi individu dengan perasaan sama waspadanya di pagi hari.

Meskipun studi tersebut didasarkan pada perasaan yang dilaporkan sendiri oleh subjek penelitian, perbedaan yang jelas gagal muncul saat diuji lewat kekuatan konsentrasi yang objektif – seperti waktu reaksi.

Memang, ketika dosis pada teh kamu dibuat sama kuatnya dengan kopi, itu benar-benar terbukti lebih efektif mempertajam pikiran.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa dosis kafein bukanlah segalanya: mungkin harapan orang juga menentukan seberapa waspada kita merasa, atau bisa juga bahwa itu adalah pengalaman keseluruhan dari selera dan bau, dari minuman favorit yang membangkitkan indera kita.

Kesimpulan: Melawan logika, teh tampaknya memberikan kekuatan untuk bangun sama halnya seperti kopi. Ini adalah hasil yang imbang.

Kualitas tidur

Perbedaan terbesar antara kopi dan teh muncul setelah tubuh tergeletak nyaman di kasur.

Ketika membandingkan orang yang minum teh dengan kopi dalam jumlah yang sama dalam satu hari, para peneliti dari Universitas Surrey di Inggris mendapatkan bahwa meski kedua minuman tersebut menguatkan kemampuan fokus, tapi para peminum kopi lebih kesulitan untuk tidur di malam hari – mungkin karena jumlah kafein yang lebih besar akhirnya berfungsi.

Para peminum teh, di lain pihak, bisa tidur lebih lama dan tenang.

Kesimpulan: Teh menawarkan banyak manfaat seperti kopi, tapi tanpa kesulitan tidur di malam hari – kemenangan yang mutlak.

Noda pada gigi

Sama seperti anggur merah, kopi dan teh keduanya dikenal dapat mengubah gigi putih bagaikan mutiara menjadi kuning keruh dan coklat. Tapi yang lebih buruk?

Kebanyakan dokter gigi tampaknya setuju bahwa pigmen alami teh lebih mungkin untuk menempel di lapisan gigi – terutama jika Anda menggunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidin antiseptik umum, yang tampaknya menarik dan mengikat partikel mikroskopis.

Kesimpulan: Jika Anda ingin senyum yang sempurna, kopi mungkin tidak sejahat teh.

Obat untuk jiwa-jiwa bermasalah

Di Inggris, umum untuk memberikan “teh dan simpati” ke teman yang merasa tertekan – dengan pemikiran bahwa secangkir Earl Grey adalah obat untuk pikiran yang bermasalah.

Bahkan, ada beberapa bukti bahwa teh dapat menenangkan saraf Anda: peminum teh secara teratur cenderung menunjukkan respon fisiologis lebih tenang dalam situasi yang mengganggu (seperti berbicara di depan umum), dibandingkan dengan orang yang minum campuran herbal.

Secara keseluruhan, orang yang minum tiga teh cangkir sehari tampaknya memiliki risiko 37% lebih rendah terserang depresi dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

Kopi tidak memiliki reputasi yang sama memang, ada beberapa laporan bahwa itu membuat saraf mereka seolah berdenting. Namun ada beberapa bukti bahwa hal itu juga dapat melindungi dari masalah kesehatan mental dalam jangka panjang.

Baru-baru ini “meta-analisis” (meringkas hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 300.000 peserta) menemukan bahwa setiap cangkir kopi sehari tampaknya mengurangi risiko terkena depresi sekitar 8%.

Sebaliknya, minuman lainnya (seperti minuman ringan manis) hanya meningkatkan risiko terganggu kesehatan mental.

Terlepas dari usaha terbaik para ilmuwan, dalam jenis penelitian epidemiologi besar seperti ini sulit untuk menyingkirkan faktor-faktor lain yang mungkin berada di balik beberapa hal – tapi bisa jadi bahwa kedua minuman menawarkan nutrisi yang meredam respon stres dan meningkatkan suasana hati dalam jangka panjang.

Kesimpulan: Berdasarkan bukti yang terbatas ini, hasilnya imbang. Penasaran? Simak videonya dibawah ini


Baca Juga :