Tahukah Kamu, Sedotan dari Beras buatan Warga Korsel?

Tahukah Kamu, Sedotan dari Beras buatan Warga Korsel?

February 22, 2020 Off By admin

Publiknote – Tahukah Kamu, Sedotan dari Beras buatan Warga Korsel? Larangan menggunakan produk plastik sekali pakai termasuk sedotan minuman yang sempat disosialisasikan di beberapa wilayah di Indonesia, ternyata belum maksimal hingga kini.

Jika dulu sempat diberlakukan penambahan biaya pada setiap kantong plastik jika berbelanja di beberapa supermarket, nyatanya kini semakin tak dihiraukan lagi oleh sejumlah masyarakat. Oleh karena itu, hal ini harus terus diadakan penyuluhan kepada masyarakat agar menyadari dampak dari penggunaan produk plastik sekali pakai tersebut.

Seperti di Korea Selatan yang dengan tegas akan memberikan sanksi pada supermarket yang menyediakan kantong plastik sekali pakai secara cuma-cuma atau gratis. Di waktu yang sama, larangan ‘menyediakan’ sedotan plastik minuman di kafe dan kedai kopi juga telah diberlakukan. Bahkan kini warga Korea telah mendapat solusi khusus untuk sedotan, yakni membuat sedotan minuman dari bahan beras dan tapioka sehingga bisa sekalian dikonsumsi setelah menikmati minuman yang disediakan.

Sama halnya dengan sedotan, larangan ‘menyediakan’ kantong plastik sekali pakai untuk barang belanjaan di supermarket Korsel kini juga dilarang. Ada sekitar 2.000 supermarket besar dan toko berukuran 165 meter atau lebih yang dilarang menggunakan kantong plastik belanja. Kebijakan ini bertujuan mengarahkan semua orang untuk beralih menggunakan keranjang kain atau kertas yang dapat dipakai kembali dan didaur ulang, kecuali untuk daging dan ikan.

Jika melanggar kebijakan tersebut akan dikenai denda sebesar 3 juta won atau sekitar 38 juta rupiah per 1 Januari 2019. Negara lainnya yang juga telah menerapkan kebijakan larangan penggunaan produk plastik sekali pakai adalah Australia, Selandia Baru, Belanda, China, Inggris, Perancis dan Kenya. Bahkan Kenya dengan tegas akan menghukum oknum yang melanggar dengan kurungan penjara selama 4 tahun atau denda sebesar 39.000 dollar AS yang setara dengan 361,6 miliar rupiah.

Bagaimana penasaran dengan sedotan tersebut? Cek video dibawah ini ya guys!


Baca Juga :